Showing posts with label Peralatan. Show all posts
Showing posts with label Peralatan. Show all posts

Panduan Solder Yang Baik

Besi-Solder adalah alat tangan yg digunakan untuk menyolder. Banyak Besi-Solder yg tersedia di pasaran, banyak sekali ukuran serta bentuk. Besi-Solder mana yg dipilih, tergantung pada proyek penyolderan yg direncanakan.


Panduan akan meliputi pemilihan Besi-Solder yg akan digunakan untuk proyek elektronik ketika pekerjaan menyolder serta de-solder di papan sirkuit serta alat-alat pendukung di Meja Kerja.

Faktor Pemilihan Besi-Solder

Waktu pemanasan yg usang akan memperlihatkan waktu terbentuknya oksida pada permukaan yg disolder. Menghasilkan sambungan yg buruk. Waktu pemulihan yg lebih usang menghasilkan 'Sambungan Dingin'.

Untuk mendapatkan ujung Besi-Solder yg bagus. 
Fitur seperti 
  ➤  Dapat dipertukarkan ujung Besi-Solder.
  ➤  Pengontrol Suhu
Bagus untuk dimiliki walau tidak penting untuk pekerjaan tingkat Hobi.

Faktor pertimbangan ketika menentukan Besi-Solder.
  1)  Daya (Watt)
  2)  Jenis Besi-Solder
  3)  Pengontrol Suhu
  4)  Ukuran serta Bentuk Ujung

  1)  Daya (Watt)
Daya Besi-Solder yg digunakan dalam proyek elektronik dalam kisaran 20 - 60 WattBesi-Solder 50W umum digunakan ketika ini serta akan memperlihatkan panas yg cukup sebagian besar proyek penyolderan di papan sirkuit. Dengan watt yg lebih tinggi (40W -60W) makin bagus.

  2)  Jenis Besi-Solder
Sebagian besar kit serta proyek, menginginkan penyolderan gaya pensil dengan daya 25 watt atau lebih. 
Soldering Pencil
Cordless Iron
Soldering Gun

Hot Knife
Soldering Tweezer
Soldering Station
Soldering Systems 
(Rework /Repair Stations)

  3)  Pengontrol Suhu
Ketika menyolder, dibutuhkan pengontrol suhu Besi-Solder. Tidak mungkin mengganti Besi-Solder setiap waktu. Saat menyolder Resistor serta IC kecil, 15 Watt mungkin sudah cukup, mungkin harus menunggu sedikit usang di antara sendi supaya ujungnya pulih.

Jika menyolder komponen yg lebih besar, terutama dengan Heat Sink (seperti pengatur voltase), atau melaksanakan banyak penyolderan, menginginkan Besi-Solder antara 25 atau 30 Watt.

Besi-Solder dengan Watt berbeda pada listrik 230V AC, tidak mempunyai kontrol suhu. Besi-Solder Tegangan rendah (12V) merupakan bab dari stasiun solder, didesain dengan pengontrol suhu. 


Sirkuit pengontrol suhu terdiri Saklar daya S1, TRIAC1, DIAC1, Potensiometer VR1, Resistor R1 ke R3, Kapasitor C1 serta C2, serta Trafo turun tegangan X1. Penyesuaikan ketahanan VR1 mengubah laju pengisian C1 meyesuaikan sudut konduksi TRIAC1, serta akhirnya daya output (panas) dari Besi-Solder tegangan rendah terhubung ke X1. LED1 merah memperlihatkan status daya.

  4)  Ukuran serta Bentuk Ujung
Keserbagunaan Besi-Solder dengan ujung yg sanggup tukar, tersedia banyak sekali ukuran serta bentuk menyerupai Pahat, Kerucut, Pensil, Bulat, Wedge. Mepermudah saat menyolder perangkat Permukaan-Mount lebih cepat serta mudah.

XX--  --XX


Setelah mengetahui seluk-beluk Besi-Solder, saatnya mendiskusikan alat-alat lain yg akan membantu dalam pekerjaan menyolder.

 ➽ Soldering Stand
Berdiri faktual dengan spons serta pegas ganda mencegah Besi-Solder dari 'Bergulir' atau aben lubang di meja. 

Jika memulai serta mempunyai besi solder 'Pen Type', ini penting untuk keselamatan. Juga disokong dengan spons!


 ➽ Panavise Jr
Mini-Vise baik untuk mengerjakan PCB yg lebih kecil (2,875 " atau kurang dalam satu dimensi).

Rahang dari plastik yg besar lengan berkuasa yg tidak merusak PCB serta tidak merusakan kalau terpukul dengan Besi-Solder secara tidak sengaja.



 ➽ Brass Sponge
Besi-Solder, Ujung nya cenderung oksidasi, berarti akan berubah menso hitam serta tidak mau mendapatkan solder. Terutama Besi-Solder bebas timah, kotoran cenderung menumpuk di ujung nya, yg menjadikan oksidasi.

Spons. Sering kali harus membersihkan ujung Besi-Solder. Pembersihan yg baik dengan menghapus tumpukan ini. Secara tradisional, spons berair yg sesungguhnya digunakan untuk mencapai ini.

 ➽ Solder Sucker
Alat vakum pematrian. Berguna dalam membersihkan kesalahan atau ketika mengganti komponen.

Untuk menggunakan, tekan ujungnya untuk melibatkan ruang hampa. Kemudian memanaskan sendi yg harus dimurnikan sampai cair. 

Dengan tangan yg lain pegang ujung plastik sedekat mungkin dengan sendi serta tekan tombol untuk menyedot semua solder cair. Membersihkan sisa solder di sumbu.

  ➽  Solder Aid Kit
Terdiri dari :
  ➧  Sikat untuk membersihkan koneksi 
      sebelum menyolder,
  ➧  Scraper untuk membuang residu fluks 
      serta patri surplus,
  ➧  Pisau untuk memotong track PCB,
  ➧  Hook untuk komponen Ekstraksi timbal
  ➧  Garpu yg pas dengan kawat sampai 22AWG untuk pembungkus
      serta membuka bungkus dll
  ➧  Lonjakan untuk membersihkan lubang serta menandai.

 ➽ Solder Rosin-Core
Jika ingin membuat kit, membutuhkan solder. Gulungan 100g (sekitar 1/4 lb) ini jumlah yg tepat, tidak terlalu banyak (1 lb spools) serta tidak terlalu sedikit (botol kecil 'penjepit saku'). 

0,031" diameter, 60/40 Rosin Core. Baik untuk solder melalui lubang serta solder SMT yg lebih besar (terutama bila digunakan dengan sumbu).

 ➽ Tip Tinner
Pasta kimia yg digunakan untuk membersihkan ujung besi solder. 

Terdiri dari asam ringan yg membantu menghilangkan Residu (saat tidak sengaja melelehkan solder diujung komponen) serta mencegah oksidasi (Gumpalan hitam) yg terakumulasi diujung solder ketika tidak digunakan.


 ➽ Solder Wick
Digunakan bersama dengan solder sucker untuk membersihkan "Soldering Messes"

Sumbu mempunyai kegunaan ketika menyolder atau memantulkan bab permukaan-mount. Bahkan kalau tidak mempunyai zat besi terbaik untuk pekerjaan TPS, sedikit sumbu akan memperbaikinya.

 ➽ Flux Pen
Zat kimia yg membantu mengalirnya solder bebas timbal. Pena fluks memungkinkan untuk menyeka komponen keras. 

Dengan fluks cair membuat sambungan solder yg makin bagus.

 ➽ Digital Multimeter
Multimeter mempunyai segalanya. Merupakan perhiasan yg baik untuk setiap kursi kerja atau kotak alat. 

Biaya rendah, gampang digunakan, serta mempunyai tampilan yg terang dengan semua pengukuran yg dibutuhkan serta banyak lagi!.


 ➽ Flush Diagonal Cutters
Alat pemotong diagonal terbaik, pegangan super nyaman yg besar untuk digunakan.

Memiliki nippers yg besar lengan berkuasa untuk pemangkasan kabel serta lead yg sempurna.




  ➽ Multi-Size Wire Stripper & Cutter
Meningkatkan "Penarik kawat terbuka" yg dapat  diubahsuaikan ke penarik kawat multi-ukuran. 
Termasuk: 
  ➥  AWG 20-30 penariK kawat telrbuka
  ➥  Pemotong kawat
  ➥  "Plier Tip" / Ujung Tang
  ➥  Loop kawat
  ➥  Ground blades untuk pemotongan presisi.
  ➥  Kembalinya pegas
  ➥  Pegangan yg gampang dibentuk
  ➥  Kunci Penutup.

Menggunakannya untuk kawat BreadBoarding Solid-Core Standar 22 AWG serta 26 kabel AWG, terkasertag untuk kabel tipis lainnya menyerupai pembungkus kawat tebal. Terkasertag tidak bekerja dengan baik untuk 30 AWG

 ➽ Micro Needle-Nose Pliers
Tang Needle Nose sederhana untuk 
  ➧  Memutar
  ➧  Menarik
  ➧  Menjepit
Proyek Pekerjaan.




 ➽ Solid-Core Wire
Kotak berisi 6 gulungan kawat Inti-Padat. Kawat gampang disolder serta ketika ditekuk, bentuknya tetap bagus. Memiliki beberapa gulungan di sekitar proyek yg cukup baik.

Dengan "Penarik kawat terbuka" untuk dicocok kan.  Ukuran kawat 22 AWG ialah pengukur All-Around terbaik, sesuai dengan BreadBoard serta cocok di blok terminal.


 ➽ Half Size Solderless Breadboard
Untuk proyek kecil. 2,2 "x 3.4" (5.5 cm x 8.5 cm) dengan strip ganda standar di tengah serta dua rel listrik di kedua sisi. 

Dapat menarik rel power off dengan gampang untuk membuat breadboard setipis 1,4 "(3,5cm) serta menempelkannya ke Protoshield Arduino.

Dapat dipotong ini menso dua untuk membuat 2 breadboards kecil, atau "Snap" BreadBoard bahu-membahu baik cara untuk membuat BreadBoards lebih panjang serta / atau lebih luas.

 ➽ Power Supply Unit (PSU)
0-30V 0-3A Variable Benchshop Power Supply
Pengubah listrik AC menso daya DC pada tegangan rendah yg diatur untuk komponen diRangkaian.

Pasokan daya DC Linier Multi-Output yg sanggup diprogram. Daya DC Linier variabel sesuai dengan aplikasi pengujian unik. Variabel AutoTransformer, atau variac.







Memahami Dan Kontrol Peralatan Rs-232

Serial Port (RS232) - Protokol komunikasi perangkat untuk kontrol instrumen alasannya yaitu Komputer serta Instrumen jarak jauh menyertakan setidaknya satu port serial. Aplikasi sanggup dipakai di banyak sekali instrumen dengan sedikit modifikasi, mengurangi pemrograman serta waktu pengujian.




Memahami perangkat keras serta perangkat lunak (PROTOKOL) standar untuk RS232. Kesempatan untuk menguji perangkat RS232 dengan perangkat lunak Analyzer 232, Dapat mengontrol perangkat RS232 dalam waktu singkat.

3 Tahapan Memahami serta Kontrol Peralatan RS-232
  1➼ Memahami Koneksi RS232 serta Sinyal
  2➼ Pelajari ihwal Protokol
  3➼ Kontrol perangkat RS232 dengan 232Analyzer.

Memahami Koneksi RS232 serta Sinyal

RS-232C, EIA RS-232, mengacu pada standar yg sama ditetapkan oleh Asosiasi Industri Elektronik pada tahun 1969 untuk komunikasi serial.




DTE dengan Konektor Male DB-25
DCE dengan Konektor Female DB-25.

Konversi DB-25 ke DB-9



Untuk meyakinkannya.
Ukur Pin 3 serta Pin 5 Konektor DB-9 dengan Volt Meter.

➽ Jika mendapatkan tegangan -3V hingga -15V, maka perangkat DTE.

➽ Jika tegangan pada Pin 2, maka perangkat DCE.


Kabel Straight-Through dipakai untuk menghubungkan DTE (Komputer) ke DCE (Modem), semua sinyal di satu sisi terhubung ke sinyal yg sesuai di sisi lain secara satu-ke-satu.

Kabel Crossover (Null-modem) dipakai untuk menghubungkan dua DTE secara langsung, tanpa modem di antaranya. Mengirim serta mendapatkan sinyal data antara kedua belah pihak serta banyak variasi bagaimana sinyal kontrol lainnya ditransfer.

Sinyal RS-232


Sinyal RS-232 (Format Data: 1 bit "Start", 8 bit Data, No Parity, 1 bit "Stop"). Transmisi data dimulai dengan bit "Start", diikuti oleh bit data (LSB dikirim pertama serta MSB dikirim terakhir), serta berakhir dengan bit "Stop".

Tegangan Logika "1" (Mark) yaitu antara -3VDC hingga -15VDC
Tegangan Logika "0" (Spasi) antara + 3VDC hingga + 15VDC

RS-232 menghubungkan Ground pin 2 perangkat berbeda bersama-sama, disebut koneksi "Tidak Seimbang". Sambungan yg tidak seimbang lebih rentan terhadap kebisingan, serta mempunyai batasan jarak 50 kaki (+-15 meter).

Pelajari ihwal PROTOKOL

Komunikasi Synchronous serta Asynchronous

Komunikasi Synchronous 
Pengirim serta peserta untuk menyebarkan detak yg sama. Pengirim menawarkan sinyal waktu ke peserta sehingga peserta tahu kapan harus "Membaca" data. Memiliki kecepatan data lebih tinggi serta kemampuan pengecekan kesalahan yg lebih besar. (Printer)

Komunikasi Asynchronous 
Tidak mempunyai sinyal waktu atau detak. Sebaliknya, menyisipkan bit Start / Stop ke setiap byte data untuk "Menyinkronkan". Menggunakan lebih sedikit kabel untuk komunikasi (Tidak ada sinyal clock), Komunikasi Asynchronous lebih sederhana serta lebih ekonomis biaya. RS-232 / RS-485 / RS-422 adalah bentuk Komunikasi Asynchronous.

Baud rate, Data bit, Parity, serta Stop bit

Bit Data dalam Paket Komunikasi

Kecepatan Baud - Kecepatan komunikasi yg mengukur jumlah bit transfer per detik. Misalnya, 19200 baud yaitu 19200 bit per detik.

Bit Data - Pengukuran bit data positif dalam paket komunikasi. Contoh, grafik di atas memperlihatkan delapan (8) bit data dalam suatu paket komunikasi. Mengacu transfer satu byte, termasuk bit Start / Stop, Bit data serta Paritas. 

Jika mentransfer instruksi ASCII standar (0 hingga 127), 7 bit data sudah cukup. Jika  instruksi ASCII diperpanjang (128 hingga 255), maka 8 bit data diperlukan.

Paritas - Cara untuk mengusut kesalahan. Indikator Even, Odd, Mark and Space. Juga sanggup memakai tanpa paritas. Untuk Even serta Odd parity, port serial menyetel bit paritas (bit terakhir sesudah bit data) ke nilai untuk memastikan bahwa paket data mempunyai nomor bit logis-tinggi.

Contoh, jikalau datanya 10010010

Even Parity, port serial menyetel bit paritas sebagai 1 untuk menjaga jumlah bit-bit tinggi-logika. Odd Parity, bit paritas yaitu 0 sehingga jumlah bit-bit logika-tinggi yaitu Ganjil. 

Tandai paritas hanya meyesuaikan bit paritas ke logika-tinggi serta Space memutuskan bit paritas ke logika-rendah, sehingga pihak peserta sanggup memilih apakah data rusak.

Stop bit - Untuk menandai selesai paket komunikasi. Membantu menyinkronkan jam yg berbeda pada perangkat serial.

Handshaking (Kontrol Aliran)

Mencegah peserta overloading. Dengan sinyal Handshaking, Receiver sanggup memberi tahu perangkat pengirim untuk menjeda transmisi data jikalau peserta kelebihan beban. Tiga jenis handshaking: 
  ➽ Software handshaking
  ➽ Hardware handshaking
  ➽ Kedua nya

Perangkat Lunak Handshaking
Menggunakan dua karakter kontrol: XON serta XOFF. Penerima mengirimkan karakter kontrol untuk menjeda transmiter selama komunikasi. XON (Desimal 17) serta XOFF (Desimal 19) dalam sketsa ASCII. Kekurangan Perangkat Lunak handshaking yaitu dua karakter kontrol ini tidak sanggup dipakai dalam data.

Perangkat Keras Handshaking 
Menggunakan garis perangkat keras yg sebenarnya
Seperti RTS / CTS, DTR / DSR, serta DCD / RI (Modem).
DTE / DCE, RTS (Request to Send) yaitu output pada DTE serta masukan pada DCE. CTS (Clear to Send) yaitu sinyal balasan yg berasal dari DCE. 

Sebelum mengirim data

DTE meminta izin dengan meyesuaikan output RTS ke tinggi. Tidak ada data akan dikirim hingga DCE menawarkan izin dengan memakai jalur CTS. 

DTE memakai sinyal DTR (Data Terminal Ready) untuk memperlihatkan bahwa ia siap mendapatkan informasi, sesertagkan DCE memakai sinyal DSR untuk tujuan yg sama. 

DTR / DSR biasanya AKTIF atau NONAKTIF untuk seluruh sesi koneksi (misalnya Off-hook), sementara RTS / CTS AKTIF atau TIDAK AKTIF setiap transmisi data.

DCD (Data Carrier Ready) dipakai oleh modem ketika koneksi dengan peralatan jarak jauh, sementara RI (Ring Indicator) dipakai oleh modem untuk memperlihatkan sinyal dering dari susukan telepon.

Format data 
(Bit, Byte, Biner, Hex, Dec, Oct, serta ASCII)

Komunikasi komputer internal terdiri dari elektronik digital

Bit diwakili dua kondisi: ON atau OFF. Angka: 0 serta 1, dalam sistem Biner.

Byte terdiri dari 8 bit, yg mewakili angka desimal 0 hingga 255, atau angka Heksadesimal 0 hingga FF. Byte yaitu unit dasar komunikasi Asynchronous.

Biner - Sistem penomoran Basis-2. Satu byte data terdiri dari 8 digit biner, dari 0000 0000 hingga 1111 1111.

Octal - Sistem penomoran basis-8, memakai delapan simbol unik (0 hingga 7). Bilangan Oktal 73 = Bilangan Biner 111 011.

Decimal - Sistem penomoran basis-10. 

Hexadecimal - Sistem penomoran basis-16, yg terdiri dari 16 angka: 0 hingga 9 serta huruf A hingga F (angka desimal 15). Hexadesimal (biner 4-bit).
Bilangan Heksadesimal F3 = Bilangan biner 1111 0011.

ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
Pengkodean karakter menurut huruf Inggris. Kode ASCII (dapat dibaca serta tidak sanggup dibaca) banyak dipakai dalam komunikasi.
Dapat dibaca (Huruf A - Z, Huruf a - z, Angka 0 - 9 serta Tanda Baca)
Tidak sanggup dibaca (kode kontrol: XON serta XOFF), yg dipakai kontrol pedoman Perangkat Lunak.


Checksum

Banyak protokol serial yg memakai checksum (tambahan byte yg dipadukan pada selesai string data) untuk mengusut integritas data, alasannya yaitu kesalahan mungkin terso selama transmisi data. 

Banyak jenis checksum, penggunaan sederhana di Modula atau BCC hingga perhitungan CRC yg canggih.Sebelum transmisi data, pengirim menambahkan semua byte perintah gotong royong kemudian mod dengan 255 (desimal) untuk mendapatkan byte tambahan. 

Kontrol perangkat RS232 dengan 232 Analyzer

232Analyzer - Perangkat lunak Advanced Serial Port Protocol Analyzer, yg memungkinkan mengontrol / men-debug, memantau / mengendus perangkat serial (RS-232 / RS-485 / RS-422 / TTL) pribadi dari PC.
232Analyzer - Shareware, versi GRATIS mempunyai beberapa keterbatasan tetapi lebih dari cukup untuk menguji serta mengontrol perangkat serial.


Perhitungan Checksum

232Analyzer - Dilengkapi dengan kalkulator Checksum, yg memungkinkan menghitung byte checksum yg rumit dalam hitungan detik.

Contoh:
Misalkan mengendalikan sebuah proyektor, protokol proyektor memakai xOR untuk mendapatkan byte checksum tambahan, string perintah untuk menghidupkan proyektor adalah: "1A 2B 3C" plus byte Checksum.


Cara menghitung Byte Checksum:


➤ Pilih Hex sebagai format operan.

➤ Pilih x atau sebagai operator.

➤ Masukkan string perintah serta tambahkan koma (,) sesudah setiap byte instruksi perintah: 1A, 2B, 3C,

➤ Klik pada tombol "Hitung" serta akan mendapatkan hasil 0D (0 dihilangkan)

Port COM serta Pengaturan komunikasi 



Port COM
Toolbar, port COM yg tersambung ke proyektor telah ditetapkan sebagai: 
Port COM: 5, Baud Rate: 19.200 bps, Bit data: 8, Paritas: Genap, Stop bit: 1.

Catatan: 
Setelah meyesuaikan format komunikasi dengan benar (Sesuai dengan pengaturan port COM proyektor), klik tombol "Connect" (sebelah kiri) untuk mengaktifkan.


Kontrol pedoman diatur dari jendela di atas. Baik Perangkat Lunak (XON / XOFF), Perangkat Keras (RTS / CTS), Baik (Perangkat Lunak + Perangkat Keras), atau Tidak Ada yg sanggup dipilih.

Kontrol perangkat RS232

 ➽ Kontrol / Monitor



232Analyzer untuk mengontrol / memonitor status susukan port COM Anda.

 1. Garis Status RTS serta DTR akan diaktifkan ketika LED yg bersangkutan diklik, Anda sanggup memakai pengukur tegangan untuk memverifikasi perubahan, Anda harus mendapatkan + 6V hingga + 15V dikala status susukan ON, serta -6V ke -15V dikala status garis OFF.

 2. Garis Status lainnya sanggup dipantau melalui Ds Virtual, menyerupai RX, TX, DSR, CTS, DCD serta RI

 ➽ Kirim / Terima perintah

Contoh :
Untuk mengendalikan proyektor (hidupkan proyektor), masukkan string perintah lengkap "1A, 2B, 3C, 0D," ke Send_Command_Panel menyerupai yg ditunjukkan di atas, kemudian klik tombol "Kirim" ...

Catatan :
Dalam versi GRATIS, mode Hex tidak tersedia. 
Menggunakan format Desimal untuk mengirim string perintah: "26,43,60,13,"
Perangkat RS-232 untuk pengujian, selama mengetahui perintah protokol.


Rs-232, Rs-422, Rs-485 Serial Data Standards

Komunikasi Serial dipakai sebagian besar peralatan elektronik hingga saat  ini. Komunikasi Serial RS-232 serta RS-485 digunakan. Mengapa memakai RS-232 vs RS-485 serta apa perbedaan positif antara RS-422 serta RS-485 ? 

Dua perangkat terhubung, Apakah Perangkat DTE atau DCE, Bagaimana mereka terhubung bersama sebelum menambahkan Pengonversi RS-232 / RS-422 / RS-485 , Berapa banyak jalur sinyal yg diperlukan. Informasi perangkat hanya membutuhkan sinyal Receive (Rx) serta Transmit (Tx).

RS-232 Serial Communication

RS-232 (EIA-232 Standard) - Koneksi serial secara historis ditemukan pada IBM PC. Digunakan untuk banyak tujuan, ibarat menghubungkan mouse, printer, atau modem, serta instrumentasi industri. 

RS-232 terbatas pada koneksi Point-to-Point (P2P) antara port serial PC serta perangkat. Perangkat keras RS-232 sanggup dipakai untuk komunikasi serial hingga jarak 50 kaki.


Transmisi RS-232 jarang melebihi 100 kaki sebab dua alasan.

Pertama, Perbedaan antara tingkat yg ditransmisikan (± 5V) serta tingkat penerimaan (± 3V) hanya memungkinkan 2V penolakan mode biasa.

Kedua, Kapasitansi pengiriman kabel yg lebih panjang sanggup menurunkan laju perubahan tegangan, melebihi beban maksimum yg ditentukan (2500pF). 

RS-232 didesain sebagai antarmuka Point-To-Point dari pada Multidrop, drivernya ditentukan untuk beban tunggal dari 3kΩ hingga 7kΩ. Karena itu, bagan Daisy-Chain diimplementasikan untuk aplikasi antarmuka Multidrop.


RS-422 Serial Communication

RS-422 (EIA RS-422-A Standard) - Koneksi serial secara historis dipakai pada Apple Macintosh. RS-422 memakai sinyal listrik diferensial, sebagai lawan dari sinyal tidak seimbang yg direferensikan ke ground (RS-232).

Transmisi Diferensial memakai dua baris untuk mengirim serta mendapatkan sinyal yg menghasilkan kekebalan bunyi yg lebih besar serta jarak yg lebih jauh dibanding dengan RS-232. Keunggulan ini menciptakan RS-422 lebih cocok untuk aplikasi industri.
Solusi untuk persoalan jaringan Daisy-Chain adalah mengubah sinyal RS-232 Rx serta Tx menso sinyal RS-422. 

RS-422 Standar Diferensial memungkinkan transmisi jarak jauh. Ketahanan input yg lebih tinggi dari input RS-422, dikombinasikan dengan kapabilitas drive yg lebih tinggi, memungkinkan koneksi hingga sepuluh node.



Keuntungan RS-422 lain, Jalur pengiriman serta penerimaan terpisah yg tidak memerlukan kontrol arah. Setiap handshaking yg dibutuhkan antar perangkat sanggup dilakukan dengan perangkat lunak (XON / OFF handshaking) atau perangkat keras (satu pasang twisted pair yg terpisah).


RS-485 Serial Communication

RS-485 (EIA-485 Standard) - Merupakan Perbaikan dari RS-422, sebab meningkatkan jumlah perangkat dari 10 hingga 32 serta memilih karakteristik listrik yg dibutuhkan untuk memastikan tegangan sinyal di bawah beban maksimum. 

Kemampuan Multi-Drop, menciptakan jaringan perangkat terhubung ke port serial RS-485 tunggal. Kebisingan kekebalan serta kemampuan multi-drop menciptakan RS-485 koneksi serial pilihan dalam aplikasi industri.

RS-485 Superset RS-422, semua perangkat RS-422 sanggup dikontrol oleh RS-485. Perangkat keras RS-485 sanggup dipakai untuk komunikasi serial dengan kabel hingga 4.000 kaki.
Transceiver RS-422 / RS-485 diasumsikan sebagai versi Full-Duplex. Perbedaan listrik dalam rentang mode umum serta resistansi penerima-masukan menciptakan standar cocok untuk aplikasi yg berbeda. 

RS-485 memenuhi spesifikasi RS-422, driver RS-485 sanggup dipakai dalam aplikasi RS-422. Rentang output mode-umum driver RS-485 ialah -7V hingga + 12V, sesertagkan rentang driver RS-422 hanya ± 3V. 

Resistensi penerima-masukan minimum 4kΩ untuk driver RS-422 serta 12kΩ untuk driver RS-485.


RS-485 Two-wire Mode Network


RS-485 Four-wire Mode Network



KESIMPULAN RS-232/RS422/RS485